13 Orang Terpergok saat Operasi Pekat di Bungo, Ada yang Bawa Sajam

By Redaksi 25 Apr 2021, 20:53:33 WIBWARTA BUNGO

13 Orang Terpergok saat Operasi Pekat di Bungo, Ada yang Bawa Sajam

Keterangan Gambar :


BUNGO, WARTALINTAS.ID -Tim Gabungan Polres Bungo kembali menggelar Operasi Pekat Siginjai tahun 2021, dengan sasaran sejumlah tempat penginapan, indekos, dan sejumlah hotel di wilayah Kota Muara Bungo. Dalam rangka memberikan rasa aman kepada masyarakat, dan memberantas penyakit sosial yang meresahkan masyarakat di tengah bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan operasi pekat tersebut, tim gabungan Polres Bungo menyatroni tempat penginapan yang berada di Cadika, Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo yang diduga sering digunakan pasangan muda-mudi untuk berbuat asusila. Tampak di sana petugas langsung memeriksa sejumlah kamar penginapan.

Dalam razia, petugas berhasil menjaring sebanyak 6 pasangan muda-mudi yang bukan suami istri yang berada dalam kamar indekos di kawasan Kota Muara Bungo, Sabtu (24/04/2021) malam.


Dalam pemeriksaan tersebut, petugas juga menemukan tisu magic yang berada di salah satu kamar serta sebilah senjata tajam (sajam). Petugas pun langsung memeriksa dan memintai identitas mereka, namun hanya beberapa saja yang mampu menunjukkan.

Selanjutnya, usai dilakukan pemeriksaan beberapa pasangan muda-mudi yang tidak mampu menunjukan identitas mereka dan tanpa basa-basi mereka juga turut dibawa ke Mapolres Bungo.

Kabag Ops Polres Bungo, AKP Sandy Mutaqqin Pranayudha mengatakan, bahwa pelaksanaan Operasi Pekat tersebut pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 13 orang Muda mudi yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 6 orang perempuan, yang mana mereka merupakan bukan pasangan suami istri.

“Operasi Pekat yang kita lakukan malam ini berbuah hasil, benar saja setelah satu persatu kamar diperiksa, petugas mendapati muda-mudi yang berada didalam kamar, saat diperiksa identitasnya dan mengaku belum menikah,” kata Kabag Ops Polres Bungo, AKP Sandy Mutaqqin Pranayudha.

Lanjut AKP Sandy menjelaskan, bahwa saat petugas datang dan ingin melakukan pemeriksaan mereka sudah ketakutan, jadi pintu kamar tersebut dikunci mereka dari dalam.

“Saat ini keenam pasangan ini sudah kita bawa ke Mapolres Bungo untuk dilakukan pemeriksaan dan nantinya kita akan panggilkan kedua orang tua mereka,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada seluruh pelaku usaha, diharapkan untuk mematuhi peraturan yang ada dan membatasi jam operasionalnya.

“Terhadap pelaku usaha yang masih membuka di luar jam malam, kami imbau untuk segera menutup tempat usahanya supaya tidak melewati jam operasional,” tegas perwira polisi dengan tiga balok emas di pundak itu.

(wartalintas.id/ nofa)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook