Bupati Bungo Halal bi Halal Bersama Gubernur Jambi, Ini yang Dibahas

By Redaksi 28 Mei 2020, 22:48:15 WIBWARTA BUNGO

Bupati Bungo Halal bi Halal Bersama Gubernur Jambi, Ini yang Dibahas

Keterangan Gambar :


BUNGO, WARTALINTAS.ID - Bupati Bungo, H Mashuri melakukan kegiatan halal bin halal bersama Gubernur jambi dan Walikota beserta Bupati seprovinsi jambi melalui video converence, Kamis (28/05/2020).


Dalam konferensi video tersebut, Bupati Bungo juga melaporkan  tentang permasalahan penambang emas tanpa izin (PETI) dan permasalahan tentang bentrok dua dusun beberapa waktu lalu.


“Tadi kita melakukan video converence dengan bapak gubernur beserta seluruh jajaran pemerintah Provinsi Jambi beserta Kementerian Agama Provinsi Jambi. Kami juga menyampaikan perkembangan kejadian-kejadian terkini yang terjadi di Kabupaten Bungo," kata Mashuri, beberapa saat setelah mengikuti video conference.


“Kejadian yang kami sampaikan adalah kejadian beberapa waktu lalu di dua desa yang bertikaian, dan alhamdulillah permasalahannya sudah selesai. Beberapa waktu ke depan akan dilalukan duduk bersama makan nasi putih kuah kuning dan selemak semanih seasam segaram, di Balai Adat Kabupaten Bungo," lanjutnya.


Selanjutnya, masalah penambangan emas tanpa izin (PETI) dengan menggunakan alat berat di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang dan Pelepat.


Perlu diketahui, dalam penertiban peti beberapa waktu lalu, seorang aparat kepolisian sempat jadi korban penusukan.


Mashuri mengatakan, titik tempat alat berat tersebut terindikasi di hutan produksi dan hutan tanaman industri yang ditempati PT Mugitriman.


“Selain di hutan produksi, di hutan HTI yang dijaga oleh PT Mugitriman. Jika perusahaan ini menjaga hutan HTI, tentu alat-alat berat tersebut tidak akan masuk dan lolos," tukasnya.


Jika memang ada indikasi di perusahaan tersebut, Bupati Bungo meminta kepada Gubernur Jambi untuk mencabut surat perizinannya.


“Sedangkan PT mugitriman ini diberikan izin oleh pemerintah pusat sejak tahun 2008, sampai saat ini kemajuannya hanya 6%. Dalam arti tidak dilaksanakan dengan baik, bupati bungo menegaskan sudah selayaknya di cabut perizinannya. Lebih baik diserahkan kepada masyarakat kami. Karena masyarakat kami juga membutuhkan hutan untuk tempat kelangsungan kehidupnya.


Bupati bungo juga memohon perhatian yang serius kepada pemerintah provinsi jambi untuk menindak lanjuti permasalahan pemanmbang emas menggukanan eksapator tersebut.


“dan juga da terindikasi di limbur lubuk mengkuang. Dan kami patut menduga, masyarakat atau penambang-penambang yang menggukan alat berat bemodalkan besar.  Jikalau tidak ada melibatkan oknum-oknum tentunya mereka tidak akan berani. Ini patut kita duga kalau ada oknum-oknum yang bermain dengan permasalahan ini.


Bupati bungo juga mengatakan bahwa pada saat ini pelaku penghadangan petugas yang baru di amankan dan di proses hukum.akan tetapi pelaku penambang belum bisa di sentuh.jadi berharap bisa bersama-sama mencari akar permasalahannya.

(Wartalintas.id - Umar Kusuma)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook