Focus Group Discussian Paradigma Transintegrasi Ilmu: Melahirkan Saintis yang Ulama,dan Ulama yang Saintis

By Redaksi 09 Okt 2022, 08:47:20 WIBWARTA BUNGO

Focus Group Discussian Paradigma Transintegrasi Ilmu: Melahirkan Saintis yang Ulama,dan Ulama yang Saintis

Keterangan Gambar :


Jambi, wartalintas.id- Pusat Kajian dan Penerapan Transintegrasi Ilmu Universitas Isalm Negeri Sulthan Thaha  (UIN Sutha) Saifuddin Jambi menggelar Focus Group Discussion (FGD) Paradigma Transintegrasi Ilmu, Jum’at, ( 09/09/ 2022).

Kegiatan  yang dihadiri para pakar dan mahasiswa ini disimpulkan bahwa Paradigma Transintegrasi sangat berpotensi untuk menciptakan profil alumni UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang memiliki profil, Saintis yang Ulama, dan Ulama yang Saintis.

Ketua Pusat Kajian Transintegrasi Ilmu, Dr. Fridiyanto dalam presentasinya mengatakan bahwa kehadiran Paradigma Transintegrasi Ilmu  ciri khas UIN Sutha Jambi. Menurutnya, paradigma integrasi ilmu yang diterapkan perguruan tinggi Islam selama ini belum dapat secara nyata menyatupadukan saintis dan ulama.

 "Paradigma integrasi ilmu masih sebatas tahap  saling menyapa," katanya.

 Selain itu Dr. Fridiyanto mengatakan Paradigma Transintegrasi memiliki kekhasan mempertemukan antara tradisionalisme dan modernisme, sekaligus mengkritik paradigma ilmu positivistik Barat yang cendrung liberal dan berefek negatif bagi kehidupan manusia umat Islam khususnya. 

"Paradigma Transintegrasi memiliki fondasi keilmuan Islam yang bersumber dari al-qur’an, hadis, dan khasanah sejarah sosial dan keilmuan klasik Islam,"jelasnya.

Dr. Fridiyanto mengatakan bahwa paradigma Transintegrasi berupaya menembus didnding tebal dikotomi antara ilmu umum dan ilmu agama, serta kekakuan berbagai disiplin ilmu.

"Dalam paradigma transintegrasi ilmu diharapkan  setiap berbagai disiplin ilmu akan saling bekerja sama dalam menyelesaikan problema manusia," ungkapnya.

Pakar Filsafat Islam, M. Rafii, M.Ag mengatakan UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dengan paradigma Transintegrasi ilmu sebenarnya telah melakukan sebuah ijtihad besar.

"Karena berusaha menembus tembok tebal dan jalan buntu perdebatan paradigma ilmu antara sekulerisme dan religiusitas," katanya.

 Pusat Kajian Transintegrasi khususnya dan sivitas akademika UIN Sutha Jambi menurut Rafii mengemban sebuah tugas peradaban yang  sangat berat.  Namun, lanjutnya, akan terasa ringan dan akan sukses jika seluruh warga kampus siap membantu secara pemikiran dan berbagai tindakan untuk menjalankan paradigma Transintegrasi Ilmu ini.

" Saya menyarankan kepada Dr. Fridiyanto agar forum seperti FGD ini sering dilakukan agar dapat mensosialisasikan dan memperdalam pemahaman mengenai paradima Transintegrasi Ilmu,"ujarnya.

Peserta yang juga dihadiri oleh mahasiswa ini mengkuti FGD secara seriuis dan aktif, mereka ikut bertanya dan mengkritik serta memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan paradigmatik dan teknis pelaksanaan. Namun semua peserta sepakat Paradigma Transintegrasi Ilmu ini memeliki kekhasan dan harus didukung secara bersama.(Iwan Syofriadi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook