Klaim Kasus DBD Turun, Dinkes Bungo Imbau Masyarakat Lakukan Gerakan 3 M

By Redaksi 25 Jun 2024, 12:09:50 WIBWARTA BUNGO

Klaim Kasus DBD Turun, Dinkes Bungo Imbau Masyarakat Lakukan Gerakan 3 M

Keterangan Gambar :


Klaim Kasus DBD Turun, Dinkes Bungo Imbau Masyarakat Lakukan Gerakan 3 M

Wartalintas.id.Muara Bungo- Klaim Kasus demam berdarah (DBD) di Bungo turun pada pertengahan  tahun 2024. Kasus DBD tahun ini turun dibanding tahun sebelumnya.

Ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Bungo dr, Safaruddin Matondang M.PH mengatakan bahwa kasus DBD memasuki pertengahan tahun 2024 turun dibanding tahun sebelumnya. Dikatakannya berdasarkan Data kasus DBD tertinggi berada pada bulan Januari di Kecamatan Pelepat Ilir  dengan jumlah 35 kasus.sedangkan kasus terendah berada di bulan Juni 2024 6 kasus.

Namun meski begitu upaya maksimal telah dilakukan Dinkes Bungo melalui tim P2P, salah satunya dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat melalui Kelurahan serta RT atau RW serta Dusun  terkait 3M.

"Sebelumnya kita sudah melakukan upaya maksimal dengan turun ke masyarakat dan mengajak RT/RW untuk melakukan 3M," ujar Kadis, Senin (24/6/2024).

Seperti yang diketahui gerakan 3M merupakan salah satu langkah dalam menekan angka penyebaran penyakit DBD. Dengan cara melakukan menguras tempat penampungan air, mengubur benda-benda yang tidak terpakai terutama benda yang dapat menampung air.

Seperti kaleng bekas ataupun botol bekas dan langkah terakhir yakni menutup tempat-tempat penampungan air agak nyamuk tidak berkembang biak.

Safaruddin menambahkan masyarakat perlu bergotong royong membersihkan lingkungan dan parit agar tidak menjadi sarang bagi nyamuk aedes aegypti.

"Kita tentunya menghimbau masyarakat untuk selalu bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan nya, agar tidak ada lagi sarang nyamuk penyebab DBD ini," ungkapnya.

Dirinya juga menambahkan Tim P2PM Dinkes Bungo selalu memantau aktif kasus DBD serta memberikan abate kepada warga untuk ditebar di bak mandi. Safaruddin  juga mengatakan jentik nyamuk akan tumbuh dalam 10-11 hari. Untuk itu disarankan kepada warga agar menguras bak mandi sekali seminggu atau selama 7 hari secara berkala.

"Kita alhamdulillah juga sudah berikan abate kepada warga dan tentunya ini dapat mencegah nyamuk tersebut berkeliaran. Jentik nyamuk itu dia tumbuh pada hari ke 10-11, maka untuk mencegah ia tumbuh dan menjadi nyamuk, kita kuras bak mandi di hari ketujuh. Untuk itu kita imbau agar masyarakat bisa bersihkan bak mandinya di hari ke-7," jelasnya.

Safaruddin menyebut selain dengan pemberian abate, untuk mencegah kasus DBD menular, serta populasi nyamuk berpindah, diperlukan fogging atau pengasapan.

"Jadi selain abate juga perlu dilakukan fogging, tapi ini sifatnya hanya pengendalian antar lingkungan, dan sementara," tutupnya.Warta




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook