Paradigma Transintegrasi Ilmu dan Moderasi Beragama

By Redaksi 19 Nov 2022, 10:54:49 WIBWARTA BUNGO

Paradigma Transintegrasi Ilmu dan Moderasi Beragama

Keterangan Gambar :


Jambi.wartalintas.id- Paradigma Transintegrasi Ilmu memiliki prinsip dan nilai-nilai moderat, oleh sebab itu wacana dan penerapan  Moderasi Beragama yang merupakan program Pemerintah saat ini memiliki relevansi dengan Paradigma Transintegrasi Ilmu.

Kepala Pusat Transintegrasi Universitas Isalm Negeri Sulthan Thaha  (UIN Sutha) Saifuddin Jambi , Dr. Fridiyanto mengatakan hal tersebut, Sabtu (19/11/2022).

Terkait hal itu, Dr. Fridiyanto akan menampilkan makalah dalam sebuah seminar Moderasi Beragama yang akan diadakan oleh Pusat Moderasi Beragama UIN Sutha Jambi.

"'Insya Allah seminarnya diadakan pada hari Senin 21 November 2022," kata Fridiyanto.

 Dalam acara seminar itu nanti, ia akan menyampaikan bagaimana Paradigma Transintegrasi Ilmu sangat kompatibel dengan Moderasi Beragama. Dalam visi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, tertulis,"Menjadi Universitas Islam sebagai Lokomotif Perubahan Sosial Unggul Nasiona;l menuju Internasional dengan semangat Moderasi dan Entrepreneurship". 

"Visi moderasi yang termaktub dalam visi UIN Jambi ini seirama dengan Paradigma Transintegrasi Ilmu," ungkapnya.

 Dikatakannya, dalam Paradigma Transintegrasi Ilmu merupakan filsafat yang moderat mendialogkan berbagai disiplin ilmu yang dikatakan sekuler (Barat) dan Islami (ilmu keislaman). 

Visi pertemuan berbagai disiplin ilmu ini pada dasarnya mencerminkan karakter moderat yang diharapkan dari profil alumni UIN Jambi.

"Oleh sebab itu dengan Paradigma Transintegrasi Ilmu, misi moderasi beragama akan menjadi lebih gampang untuk dijalankan di UIN Jambi khususnya," tuturnya.

 Fridiyanto menjelaskan dalam seminar itu nanti ia akan menyampaikan bahwa ketika terjadi pertemuan disiplin ilmu, maka diharapkan juga akan terjadi juga pertemuan berbagai perbedaan yang menjadi persoalan seperti isu suku, agama, ras dan antar golongan.

" Harapannya mahasiswa akan memiliki perspektif antara dialog keilmuan dan  implikasinya dalam kehidupan masyarakat khususnya tema-tema toleransi dan multikultural," tutup Fridiyanto. (Iwan Syofriadi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook