Rektor UIN Sutha Jambi Buka Workshop Modul Transintegrasi Ilmu bersama Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara

By Redaksi 23 Des 2021, 17:12:00 WIBWARTA BUNGO

Rektor UIN Sutha Jambi Buka Workshop Modul Transintegrasi Ilmu bersama Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara

Keterangan Gambar :


Jambi,wartalintas.id- Pusat Kajian dan Penerapan Transintegrasi Ilmu  Universitas Islam Negeri  Sulthan Thaha Saifuddin (UIN Sutha) Jambi menyelenggarakan dua rangkaian kegiatan yakni, Workshop  Modul Transintegrasi Ilmu dan Workshop Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Transintegrasi Ilmu. 

Dalam dua acara tersebut Pusat Transintegrasi mengundang Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara yang merupakan seorang pakar Filsafat Islam. 

Acara digelar  Via Zoom yang dibuka langsung oleh Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi, Kamis (23/12/2021).

Dalam sambutannya, Rektor UIN Sutha Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi menyampaikan bahwa dengan Paradigma Transintegrasi Ilmu, saat ini UIN Sutha Jambi bisa berbicara soal lingkungan. Hal ini bisa dilihat  dari keikutsertaan dalam UI Greenmetric. Saat ini, katanya, UIN Jambi juga merupakan satu-satunya PTKIN yang ikut dalam Times Higher Education.  

“Keberanian mengambil langkah ini karena adanya  perubahan paradigma. Sehingga UIN Jambi berani bicara sains, lingkungan hidup, dan SDGs. Dalam konteks ini Paradigma Transintegrasi  telah membuat UIN Jambi dapat bicara banyak aspek," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa Paradigma Transintegrasi akan membuat akademisi dan alumni UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dapat bicara tentang Artificial Intelligence, Digital Marketing, Pemrograman, namun dapat dipadukan dengan pengetahuan agama.  

"Dengan Paradigma Transintegrasi  maka dokter, ahli kimia, dan keilmuan sains lainnya akan berani menjelaskan keahlian mereka dalam konteks ajaran Islam,"ungkapnya.

 Ia berharap melalui workshop yang pematerinya Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara akan menjadi lebih tercerahkan dalam aspek Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis.  Paradigma Transintegrasi, katanya, juga akan membuat para ahli agama juga berani dan mampu menggunakan teknologi digital, Artificial Intelligence.

"Dengan Paradigma Transintegrasi Ilmu akan dapat memperkuat peradaban digital 4.0, dan Society 5.0," sebutnya.

Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara mengatakan, gagasan besar Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Prof. Dr. H. Su’aidi harus didiukung oleh  sivitas akademika.

"Gagasan besar Paradigma Transintegrasi ini harus didukung," katanya.

Kepala Pusat Transintegrasi, Dr. Fridiyanto, M.Pd.I mengatakan, workshop bersama Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara ini sangat penting untuk memperkuat Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Paradigma Transintegrasi yang salah satunya nampak dalam modul sebagai bahan ajar. 

"Tanggal 23 Desember 2021 nanti masih akan dilanjutkan dengan pembahasan mengenai RPS Mata Kuliah Transintegrasi Ilmu,"katanya.

Workshop tersebut  juga dihadiri oleh Wakil Rektor 1 Dr. Rofiqoh Ferawati, Dosen Mata Kuliah Transintegrasi, dan Tim Modul Transintegrasi Ilmu. Di hari pertama ini peserta mengikuti kegitan secara aktif dan sampai selesai.

Wartalintas.is/Iwan Syofriadi




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook